×
Icon WeSpeakup YellowIcon WeSpeakup Yellow

Nonton Bareng Film “Teman Tegar, Maira: Whisper from Papua”

Bicara tentang keanekaragaman hayati Indonesia, tentu tidak lengkap jika tidak menyebut Papua. Memiliki tutupan hutan sekitar 33 juta hektare, Papua adalah rumah bagi lebih dari 30% total tutupan hutan Indonesia.

Namun, menurut studi Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, tren kehilangan hutan primer justru naik 10% selama 2023-2024 dan diprediksi makin meningkat. Hal ini merupakan cerminan minimnya perlindungan kelestarian hutan dari proyek-proyek eksploitatif, yang merampas kekayaan hutan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu.

Berkolaborasi dengan Aksa Bumi Langit, WeSpeakUp.org menyelenggarakan Nobar “Teman Tegar, Maira: Whisper from Papua” dalam rangka mendukung upaya untuk membangun kesadaran pentingnya hutan bagi keberlangsungan ekosistem, serta isu-isu eksploitasi hutan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Acara ini diselenggarakan pada 11 Februari 2026, di XXI One BelPark Mall, Jakarta Selatan. Bersama 97 orang dari berbagai kelompok seperti anak-anak, pelajar, mahasiswa, dan pegiat seni, WeSpeakUp.org menikmati film dengan suguhan musikal yang meriah, serta sorotan keanekaragaman hayati dan budaya Papua.

Kegiatan dimulai pada sore hari pukul 16.45 WIB hingga film selesai. Tidak hanya menikmati pemutaran film, kami juga mengajak peserta dalam sesi interaktif tanya jawab seputar film Maira setelah film selesai diputar.

Audiens yang terdiri dari beragam kelompok usia, membuat sesi kuis interaktif ini semakin seru. Tidak hanya audiens remaja dan dewasa yang antusias untuk turut berpartisipasi, namun ada juga anak-anak yang bersemangat untuk merespon dan menjawab kuis. Dari sesi interaktif ini, nampak bahwa audiens yang hadir sangat fokus untuk menikmati pemutaran film.

Audiens yang kebanyakan berasal dari kelompok usia anak-anak dan remaja juga sangat antusias berinteraksi dengan sutradara film, Anggia Frisca, yang turut hadir secara langsung.

Anggia berterima kasih kepada WeSpeakUp.org yang telah mendukung karya yang Ia produksi untuk ditonton bersama publik dan membawa perbincangan tentang hutan, tentang cerita dari Papua ke bioskop, ke ruang-ruang keluarga, hingga ke pemangku kebijakan.

 

Anggia juga berharap hal kecil yang Ia lakukan bisa menjadi besar, dan anak-anak banyak belajar untuk lebih mencintai hutan dan alam.

Setelah agenda pemutaran film dan kuis interaktif selesai, tim WeSpeakUp.org bertanya kepada beberapa penonton yang hadir terkait respon mereka terhadap film ini.

Sekar, salah satu penonton yang hadir dan juga merupakan pegiat seni teater menyampaikan, “Filmnya bagus banget, aku ingin sekali lebih banyak mendengar lebih banyak suara Papua di perfilman Indonesia, ini untuk meningkatkan awareness kita (terhadap isu-isu yang terjadi di Papua).”

Sementara Herlina, dari komunitas Lensa Anak Terminal menyampaikan, “Kita dapat pelajaran bahwa kita harus bisa menjaga lingkungan, hutan laut, sungai”.

Kaylan dari UPN Veteran Jakarta juga menyampaikan, “Tontonan seperti ini bukan hanya menghibur, namun kita dapat memetik maknanya dan artinya untuk kita implementasikan di dunia nyata.”

Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi para penonton untuk terus bersama-sama menjaga kekayaan alam dan budaya Indonesia. Serta menjadi pengingat bahwa dengan solidaritas warga, kita bisa membuat perubahan dan menjaga ruang hidup kita bersama.

 

Penulis:
Nafilah Safitri
Communication Officer, WeSpeakUp.org

Penulis: